Dunia Tempat Ujian – Khutbah Jumaat – KH. Uzairon Thoifur Abdillah

Semua orang menginginkan kebahagian dunia dan akhirat. Akan tetapi, kebanyakan manusia lupa bagaimana caranya untuk mendapatkan kebahagian dunia dan akhirat tersebut.

Para Nabi dan Rasul ‘Alaihimussalam, bahkan Nabi yang terakhir yaitu baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, semuanya telah memberikan petunjuk kepada manusia bahwasanya syarat pertama dan yang utama supaya manusia bahagia di dunia dan bahagia di akhirat adalah apabila manusia itu punya hubungan yang benar kepada Penguasa Dunia dan Penguasa Akhirat, kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Siapa yang ingin kebahagiaan dunia ini tanpa berhubungan baik dengan Pencipta dunia, Allah Subhanahu wa Ta’ala, pasti dia akan gagal. Siapa yang ingin kebahagiaan akhirat nanti tanpa ada hubungan baik dengan Penguasa akhirat, Allah Subhanahu wa Ta’ala, pasti dia akan menyesal.

Hadirin yand dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itu salah satu dari firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

(surah at-Talak, 2-3) وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ

Barangsiapa yang takwa, maknanya yakinnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala benar, kehidupannya siang dan malam dalam taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala maka pasti Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberikan jalan keluar dari segala masalahnya. Hal itu berarti, orang takwa itu juga mempunyai banyak masalah di dunia ini.

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’alaMemang dunia ini diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala  penuh dengan masalah. Namun, akhirnya masalah tersebut diberi jalan keluarnya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang-orang yang benar-benar takwa dijamin oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka setiap kesulitan apapun yang dihadapinya akan diselesaikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

(surah al-A’raf, 128)    وَٱلۡعَـٰقِبَةُ لِلۡمُتَّقِينَ

Dan akhir (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa” (al-A’raf: 128)

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’alaJangan kita berharap hidup tanpa masalah. Memang dunia ini diciptakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala penuh dengan masalah. Masalah itu bukanlah masalah yang sebetulnya. Masalah itu untuk meningkatkan derajat orang-orang beriman. Masalah itu pun untuk menjatuhkan derajat orang-orang yang tidak beriman.

Masalah di dunia ini justru supaya membuat kita sedar bahwa dunia ini bukanlah tempat kita yang sebenarnya. Tempat kita yang sebenarnya adalah akhirat. Masalah-masalah ayng datang kepada kita di dunia ini adalah untuk meningkatkan derajat kita di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Masalah-masalah yang datang kepada kita di dunia ini adalah untuk menghapus dosa-dosa yang telah kita buat.

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’alaTidak henti-hentinya masalah datang kepada orang beriman, sehingga akhirnya dia mati dalam keadaan bersih dari segala dosa. Ia menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mendapat ridho Allah. Akhirnya pun masuk syurga tanpa hisab.

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’alaAkan tetapi bagi orang yang tidak bertakwa, masalah-masalh itu justru menambah dia semakin jauh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menambah dia semakin dosa. Menambah dia kian sengsara di dunia sebelum mendapatkan adzab di akhirat. Inilah kehidupan dunia.

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’alaMemang kehidupan dunia bukanlah kehidupan yang menyenangkan terus-menerus. Tidak ada kehidupan seperti itu. Orang-orang suci pun, Para Nabi dan Para Rasul ‘Alaihimussalam juga menghadapi masalah-masalah. Para sahabat Radhiallahu ‘Anhum pula menghadapi masalah-masalah. Wali-wali Allah jua menghadapi masalah-masalah. Akan tetapi tetap saja mereka menjadi orang-orang yang mulia di dunia sebelum di akhirat. Maka, janganlah  engkau menjadikan masalah-masalah di dunia ini sebagai alasan untuk menjauhkan diri dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berseru penyelesai masalah adalah kalau kita betul-betul ta’alluq kepada Allah, bergantung kepada Allah, taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tambah banyak masalah tambah banyak bergantung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tambah banyak masalah, tambah taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tiba-tiba masalah berubah menjadi berkah. Ini adalah dunia. Dunia ini tidak lama. Hari berganti hari. Tiba-tiba akhirat yang dijanjikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah sampai di hadapan mata kita. Dunia akan hilang, akhirat akan datang.

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’alaKematian akan datang, harta benda akan habis ditinggalkan. Tinggal hisabnya sahaja yang berpanjangan. Mati akan datang sedangkan kita tidak bisa bertaubat lagi, tidak bisa beramal lagi. kemudian kita akan menyesal, “Kenapa saya tidak beramal?! Kenapa saya tidak bertaubat?!”

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’alaMaka bertaubatlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sebelum kematian itu datang. kematian akan datang pada waktu yang kita tidak sangka-sangka.

قُلۡ إِنَّ ٱلۡمَوۡتَ ٱلَّذِى تَفِرُّونَ مِنۡهُ فَإِنَّهُ ۥ مُلَـٰقِيڪُمۡ‌ۖ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَـٰلِمِ ٱلۡغَيۡبِ وَٱلشَّهَـٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

(surah al-Jumuah, 8)

Katakanlah, sesungguhnya kematian yang kamu lari darinya akan menjumpai kamu juga. Kemudian kamu semua akan dihadapkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Allah Subhanahu wa Ta’ala akan bercerita kepada kamu amalan-amalan kamu di dunia. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak perlu laporan kepada siapa saja. Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak perlu tanya kepada siapa saja. Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah tahu segala-galanya. Justru kalau kita menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan bercerita kepada kita, ” Kamu dulu berbuat begini, kamu dulu berbuat begini.”

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Alangkah untungnya kalau orang itu taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala sehinggaAllah Subhanahu wa Ta’ala ridho, “Dulu kamu selalu berbuat apa yang aku ridhoi.”

Dan alangkah celakanya seorang hamba yang menghabiskan umurnya dengan maksiat. Dan kemudian dia tidak mau bertaubat. lalu Allah berfirman kepada dia, “Kamu dulu berbuat begini, kamu dulu berbuat begini. Kamu kira saya tidak tahu?!” Itulah malapetaka yang sebesar-besarnya.

Hadirin yang dimuliakan Allah Subhanahu wa Ta’alaMaka pada hari jumaat ini mari kita perbaharui niat kita. Bagaimana sisa-sisa umur kita ini hanya untuk tawajjuh kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Menghadapkan hati kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Taat kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Bermohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Menangis kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Sehingga kita di dunia menjadi orang-orang yang berkah dan di akhirat menjadi orang-orang yang mulia.

Petikan dari risalah kumpulan khutbah Jum’at, Untaian Mutiara Hikmah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *